🍽️ Makanan Tradisional Suku Mbojo
Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya, salah satunya terlihat dari berbagai makanan tradisional yang dimiliki oleh masing-masing suku dan daerah. Makanan tradisional bukan hanya soal rasa, tapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Salah satu suku yang memiliki kekayaan kuliner khas adalah Suku Mbojo atau dikenal juga sebagai Suku Bima, suku yang mendiami dan berasal dari wilayah Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Makanan khas suku Mbojo tidak hanya lezat, tetapi juga terbuat dari bahan-bahan lokal dengan cara pengolahan yang unik.
Yuk, kita pelajari lebih dalam beberapa contoh makanan tradisional khas bima berikut ini!
Contoh Makanan Tradisional Khas Suku Mbojo:
1. Oi Tua / Oi Ta’a
Oi tua atau oi ta'a adalah minuman yang berasal dari air nira pohon lontar. Proses mendapatkan oi ta'a tidak mudah, karena hanya orang-orang tertentu yang memiliki keahlian memanjat pohon lontar setinggi 15-20 meter yang dapat menyadap air nira. Air lontar yang baru disadap memiliki rasa manis bercampur asam dan aroma khas, dan biasanya diminum langsung agar segar, tidak terasa asam karena air ini hanya bertahan beberapa jam sebelum menjadi asam. Untuk memperpanjang masa simpan, air lontar direbus selama sekitar setengah jam sehingga bisa bertahan 2-3 hari dalam botol.
2. Kagape
Secara historis, kagape merupakan hidangan istimewa yang dulu hanya disajikan di istana untuk raja, sultan, dan tamu-tamu kerajaan Bima. Versi istana menggunakan daging dan kikil rusa, yang dianggap lebih mewah, sedangkan versi masyarakat umum biasanya memakai kikil dan daging sapi, kerbau, atau kambing.
Proses pembuatannya dimulai dengan merebus atau membakar kaki sapi, membersihkan bulunya, lalu merebus kembali hingga empuk menjadi kikil. Kikil yang sudah diiris kecil-kecil kemudian dimasukkan ke dalam santan kelapa yang sudah mendidih bersama daging, jeroan, limpa, dan hati sapi, serta bumbu rempah yang dihaluskan. Setelah dimasak merata, kagape siap dihidangkan
3. Timbu dan Dahi
Timbu adalah makanan tradisional khas masyarakat Bima-Dompu, terutama dari wilayah Dompu di Nusa Tenggara Barat. Timbu terbuat dari beras ketan putih yang dicampur dengan santan kelapa dan garam, kemudian dimasak dalam batang bambu yang dilapisi daun pisang. Proses memasaknya dengan cara dibakar di atas bara api hingga matang, menghasilkan cita rasa gurih yang khas. Timbu biasanya disantap hangat dan sering disajikan bersama tape ketan hitam atau disebut dahi (makanan manis dari ketan fermentasi). Makanan ini sudah ada sejak tahun 1960-an dan menjadi bagian penting dalam acara adat seperti musim panen, selamatan, dan hari besar. Timbu juga telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah setempat.
4. Mina Sarua
Minuman ini terbuat dari perpaduan tape ketan hitam, santan kelapa, gula merah, dan berbagai rempah-rempah seperti jahe, kunyit, merica, cabai jawa (sabia), dan kayu manis yang direbus bersama hingga menghasilkan rasa manis, pedas, dan hangat yang khas.
Proses pembuatannya dimulai dengan fermentasi ketan untuk menghasilkan tape dan ampas ketan yang menjadi bahan dasar. Selanjutnya bahan-bahan rempah dan gula merah direbus bersama santan dan tape ketan tersebut sehingga menghasilkan minuman dengan aroma harum dan cita rasa unik.
5. Sepi
Olahan khas dari yang terbuat dari udang rebon atau anak udang yang sangat kecil, yang di Bima disebut "Sepi Bou". Udang rebon ini sebelum dimasak difermentasi dengan garam sehingga mengeluarkan aroma khas yang kuat. Sepi biasanya diolah dengan cara ditumis bersama bumbu seperti lengkuas, sereh, kemangi, bawang merah, bawang putih, tomat, belimbing sayur (asam muda), cabai keriting, dan cabai rawit, serta diberi sedikit air, garam, dan gula pasir untuk menghasilkan rasa gurih, pedas, dan segar.
6. Mangge Mada
Mangge Mada adalah makanan tradisional khas Bima, Nusa Tenggara Barat, yang berupa gulai jantung pisang. Hidangan ini dibuat dari jantung pisang yang telah dirajang dan direbus kemudian dimasak dengan santan serta bumbu gulai khas Bima seperti kunyit, lengkuas, serai, daun salam, dan rempah-rempah lainnya yang memberikan cita rasa kaya dan kompleks. Meskipun jantung pisang pada dasarnya memiliki rasa pahit, melalui racikan bumbu khas Bima, Mangge Mada menjadi hidangan yang lezat dan nikmat dengan kuah santan yang kental.
Proses pembuatannya dimulai dengan membersihkan dan memotong jantung pisang, kemudian direbus bersama bumbu dan santan hingga meresap dan matang sempurna. Hidangan ini sering diberi tambahan udang, asam muda, dan belimbing sayur untuk menambah aroma dan rasa segar yang khas. Mangge Mada populer di kalangan masyarakat Bima-Dompu dan kerap disajikan dalam berbagai kesempatan, termasuk sebagai makanan sehari-hari maupun dalam acara adat.
7. Jame
Berbahan dasar ikan teri basah yang sudah difermentasi dan diolah dengan berbagai bumbu rempah khas daerah bima. Makanan ini memiliki cita rasa gurih, pedas, dan asam yang menyegarkan, karena penggunaan bahan seperti belimbing wuluh, jeruk purut, santan, bawang merah, cabai, dan daun kemangi. Jame biasanya dimasak dengan cara menumis bumbu dan ikan teri fermentasi, lalu ditambahkan santan sehingga menghasilkan hidangan yang kaya rasa dan aroma.
8. Aneka jajanan khas suku Mbojo
Aneka jajanan khas Bima:
Range
Kue yang terbuat dari bahan utama beras ketan, kelapa, dan gula sebagai pemanisnya. Kue ini memiliki cita rasa manis dan gurih yang khas, serta tekstur yang kenyal dan lezat. Range sering dijadikan bagian dari jangko (hantaran) dalam acara adat Bima dan dikenal karena daya tahannya yang lama, sehingga cocok sebagai oleh-oleh khas daerah tersebut.
Makanan ini berupa pangsit goreng yang kulitnya terbuat dari adonan tepung terigu, margarin, garam, dan air hangat, kemudian diisi dengan sayuran seperti kentang dan wortel yang telah ditumis bersama bawang putih dan bumbu lainnya. Setelah diisi, jalangkote digoreng hingga kulitnya renyah dan berwarna keemasan.
Jalangkote biasanya disajikan sebagai camilan atau makanan ringan yang populer di Bima dan Dompu, dengan rasa gurih dan isian sayur yang lezat. Makanan ini menjadi favorit masyarakat lokal dan sering dijumpai di pasar tradisional maupun warung makan setempat.
Bingka Dolu adalah kue tradisional yang termasuk ke dalam kategori kue basah dengan tekstur lembut saat digigit. Kue ini terbuat dari bahan utama seperti tepung terigu, santan kelapa, telur ayam, gula merah, gula putih, kelapa parut, dan sedikit garam. Proses pembuatannya tradisional dengan cara dibakar menggunakan cetakan khusus yang disebut "Saraja," dan pada masa lalu pembakaran dilakukan dengan daun kelapa tua untuk menambah aroma khas.
Kue kecil berbahan dasar ketan, gula merah, dan kelapa parut. Kue ini mirip dengan klepon, namun perbedaannya terletak pada isi dan cara penyajiannya. Kapore tidak memiliki cairan gula merah di dalamnya seperti klepon, melainkan gula merah dicampur dengan kelapa parut yang ditaburkan di luar kue sebagai pelapis. Kapore berbentuk bulat seukuran buah kemiri atau tomat kecil, dan setelah dibentuk, kue ini direbus dalam air mendidih hingga mengapung sebagai tanda sudah matang.
Dan masih banyak lagi makanan tradisional khas suku Mbojo yang menarik untuk kita ketahui!
📚 Tugas untuk Kalian
Silakan anak-anak mengerjakan tugas berikut ini:
✍️ TUGAS:
Tuliskan satu makanan tradisional dari satu daerah (bisa dari Bima atau daerah lain) beserta cara pembuatannya.
📌 Informasi bisa kalian dapatkan dari orang tua, lingkungan sekitar, atau melalui internet.
📝 Tulis jawaban kalian di buku latihan masing-masing.








.jpg)

.jpg)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar